Facial Foam lembut ini membersihkan menyeluruh dan mencerahkan kulit, menjadikan kulit Anda tampak bersinar dan terlihat lebih cerah seperti yang Anda dambakan. Formula uniknya mengurangi kekusaman dan mencerahkan kulit. Kulit akan terasa lembut, bersih, serta tampak merona dan bersinar.
Ingredients List :
a. Myristic Acid
b. Glycerin
c. Water
d. Propylene Glycol
Minggu, 15 Agustus 2010
Kamis, 12 Agustus 2010
Lidah Buaya
Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), Lidah Buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.
Selasa, 10 Agustus 2010
Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
- Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
- Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.
- Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
- Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
- Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
- Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.
Symbian dan Java
Symbian dan Java adalah 2 jenis Operating System (OS) yang biasa digunakan pada handphone. Lalu apa perbedaan nya? Handphone dengan Operating System Symbian adalah handphone yang menggunakan sistem operasi terbuka. Symbian OS adalah sistem operasi terbuka yang dikembangkan oleh Symbian Ltd. yang dirancang untuk digunakan peralatan bergerak atau mobile. Kebanyakan handphone dari sistem operasi terbuka atau Symbian OS ini adalah merk Nokia.
Keunggulan :
- Mudah dalam dimasukkan game atau aplikasi apa saja (Format jar. dan sis.)
Kelemahan :
- Karena memiliki sistem operasi terbuka, handphone jenis ini sangat rentan terhadap serangan virus seperti Cabir, Commwarrior, SymbOS.skulls. dan masih banyak lagi
- Handphone dengan sistem ini gampang Hang, atau lambat dalam membuka gallery, lagu, serta pesan singkat(SMS)
Sedangkan Handphone dengan sistem operasi tertutup adalah Handphone dengan operating system JAVA.
Handphone ini cuma mensupport aplikasi dan games dalam format Jar.
Contoh Handphone dengan system java adalah Nokia 5200, 5300, 5610, 5310, 6300, serta kebanyakan dari Handphone SE,Motorolla,dan Samsung.
Kelemahan :
- Tidak bisa bebas dimasukkan segala macam aplikasi
Keunggulan :
- Tidak bisa terserang virus handphone.
- Tidak gampang Hang seperti layaknya Handphone dengan OS Symbian.
Keunggulan :
- Mudah dalam dimasukkan game atau aplikasi apa saja (Format jar. dan sis.)
Kelemahan :
- Karena memiliki sistem operasi terbuka, handphone jenis ini sangat rentan terhadap serangan virus seperti Cabir, Commwarrior, SymbOS.skulls. dan masih banyak lagi
- Handphone dengan sistem ini gampang Hang, atau lambat dalam membuka gallery, lagu, serta pesan singkat(SMS)
Sedangkan Handphone dengan sistem operasi tertutup adalah Handphone dengan operating system JAVA.
Handphone ini cuma mensupport aplikasi dan games dalam format Jar.
Contoh Handphone dengan system java adalah Nokia 5200, 5300, 5610, 5310, 6300, serta kebanyakan dari Handphone SE,Motorolla,dan Samsung.
Kelemahan :
- Tidak bisa bebas dimasukkan segala macam aplikasi
Keunggulan :
- Tidak bisa terserang virus handphone.
- Tidak gampang Hang seperti layaknya Handphone dengan OS Symbian.
Minggu, 08 Agustus 2010
Joining
Joining adalah proses penyambungan logam yang bersifat permanen dan susah untuk dipisahkan kembali. Proses joining dapat dibedakan menjadi 4 macam, yakni welding, brazing, soldering dan adhesive bonding.
- Welding : Proses penyambungan material dimana 2 atau lebih material bersatu pada permukaan kontak dengan menggunakan panas atau tekanan tertentu.
2. Brazing : Proses penyambungan dengan menggunakan kawat pengisi yang mempunyai titik lebur rendah dari titik lebur logam induk
3. Soldering : Proses menggabungkan 2 atau lebih logam dengan menggunakan filler yang dipanaskan < 450 derajat celcius
4. Adhesive Bonding : Proses merekatkan logam satu dengan logam lain menggunakan suatu zair cair
Berbagai Alasan dalam Membela Bid'ah
[1] Mobil, HP, Komputer, dan kemajuan teknologi termasuk bid’ah
Setelah dibahas definisi bid’ah dan diketahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, “Kalau memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Suatu kaedah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (‘adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.
Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)
Tatkala para sahabat ingin melakukan penyerbukan silang pada kurma –yang merupakan perkara duniawi-, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)
Kesimpulannya: Komputer, HP, pesawat, pabrik-pabrik kimia, berbagai macam kendaraan, dan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, itu semua adalah perkara yang dibolehkan dan tidak termasuk dalam bid’ah yang tercela. Kalau mau kita katakan bid’ah, itu hanyalah bid’ah secara bahasa yaitu perkara baru yang belum ada contoh sebelumnya.
[2] Para Sahabat Pernah Melakukan Bid’ah dengan Mengumpulkan Al Qur’an
Ingatlah bisa saja suatu amalan itu tidak ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan baru dilakukan setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat tetapi tidak termasuk bid’ah.
Pengumpulan Al Qur’an dalam satu mushaf ada dalilnya dalam syari’at karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis Al Qur’an, namun penulisannya masih terpisah-pisah.
Perlu diketahui pula bahwa mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf merupakan bagian dari maslahal mursalah. Maslahal mursalah adalah sesuatu yang didiamkan oleh syari’at, tidak ditentang dan tidak pula dinihilkan, tidak pula memiliki dalil tegas yang semisal sehingga bisa diqiyaskan. Contohnya adalah maslahat ketika mengumpulkan Al Qur’an dalam rangka menjaga agama. Contoh lainnya adalah penulisan dan pembukuan hadits. Semua ini tidak ada dalil dalil khusus dari Nabi, namun hal ini terdapat suatu maslahat yang sangat besar untuk menjaga agama.
[3] Yang Penting Kan Niatnya!
Amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bid'ah
Maka perkara yang halal adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan dan perkara yang haram adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam haramkan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ma’idah ayat 3). Setiap bid’ah adalah tercela. Tetapi hal ini masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, ada pula bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “.......... Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” Hukum semua bid’ah adalah terlarang. Namun, hukum tersebut bertingkat-tingkat.
Tingkatan Pertama: Bid’ah yang menyebabkan kekafiran sebagaimana bid’ah orang-orang Jahiliyah yang telah diperingatkan oleh Al Qur’an.
Tingkatan Kedua : Bid’ah yang termasuk maksiat yang tidak menyebabkan kafir atau dipersilisihkan kekafirannya. Seperti bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang Khowarij, Qodariyah (penolak takdir) dan Murji’ah (yang tidak memasukkan amal dalam definisi iman secara istilah).
Tingkatan Ketiga: Bid’ah yang termasuk maksiat seperti bid’ah hidup membujang (kerahiban) dan berpuasa diterik matahari.
Tingkatan Keempat: Bid’ah yang makruh seperti berkumpulnya manusia di masjid-masjid untuk berdo’a pada sore hari saat hari Arofah.
Tingkatan Pertama: Bid’ah yang menyebabkan kekafiran sebagaimana bid’ah orang-orang Jahiliyah yang telah diperingatkan oleh Al Qur’an.
Tingkatan Kedua : Bid’ah yang termasuk maksiat yang tidak menyebabkan kafir atau dipersilisihkan kekafirannya. Seperti bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang Khowarij, Qodariyah (penolak takdir) dan Murji’ah (yang tidak memasukkan amal dalam definisi iman secara istilah).
Tingkatan Ketiga: Bid’ah yang termasuk maksiat seperti bid’ah hidup membujang (kerahiban) dan berpuasa diterik matahari.
Tingkatan Keempat: Bid’ah yang makruh seperti berkumpulnya manusia di masjid-masjid untuk berdo’a pada sore hari saat hari Arofah.
Langganan:
Postingan (Atom)







