Minggu, 08 Agustus 2010

Berbagai Alasan dalam Membela Bid'ah


[1] Mobil, HP, Komputer, dan kemajuan teknologi termasuk bid’ah

Setelah dibahas definisi bid’ah dan diketahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, “Kalau  memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

Suatu kaedah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (‘adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.

Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)

Tatkala para sahabat ingin melakukan penyerbukan silang pada kurma –yang merupakan perkara duniawi-, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)

Kesimpulannya: Komputer, HP, pesawat, pabrik-pabrik kimia, berbagai macam kendaraan, dan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, itu semua adalah perkara yang dibolehkan dan tidak termasuk dalam bid’ah yang tercela. Kalau mau kita katakan bid’ah, itu hanyalah bid’ah secara bahasa yaitu perkara baru yang belum ada contoh sebelumnya.

[2] Para Sahabat Pernah Melakukan Bid’ah dengan Mengumpulkan Al Qur’an

Ada sebagian kelompok dalam membela acara-acara bid’ahnya berdalil bahwa dulu para sahabat -Abu Bakar, ‘Utsman bin ‘Affan, Zaid bin Tsabit- saja melakukan bid’ah. Mereka mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya. Jika kita mengatakan bid’ah itu sesat, berarti para sahabatlah yang akan pertama kali masuk neraka.

Ingatlah bisa saja suatu amalan itu tidak ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan baru dilakukan setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat tetapi tidak termasuk bid’ah.

Pengumpulan Al Qur’an dalam satu mushaf ada dalilnya dalam syari’at karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis Al Qur’an, namun penulisannya masih terpisah-pisah.

Perlu diketahui pula bahwa mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf merupakan bagian dari maslahal mursalah. Maslahal mursalah adalah sesuatu yang didiamkan oleh syari’at, tidak ditentang dan tidak pula dinihilkan, tidak pula memiliki dalil tegas yang semisal sehingga bisa diqiyaskan. Contohnya adalah maslahat ketika mengumpulkan Al Qur’an dalam rangka menjaga agama. Contoh lainnya adalah penulisan dan pembukuan hadits. Semua ini tidak ada dalil dalil khusus dari Nabi, namun hal ini terdapat suatu maslahat yang sangat besar untuk menjaga agama.

Ada suatu catatan penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan maslahah mursalah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap perkara yang faktor pendorong untuk melakukannya di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada dan mengandung suatu maslahat, namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukannya, maka ketahuilah bahwa perkara tersebut bukanlah maslahat. Namun, apabila faktor tersebut baru muncul setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan hal itu bukanlah maksiat, maka perkara tersebut adalah maslahat.”

[3] Yang Penting Kan Niatnya!

Ada pula sebagian orang yang beralasan ketika diberikan sanggahan terhadap bid’ah yang dia lakukan, “Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing.”

Amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bid'ah

Maka perkara yang halal adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan dan perkara yang haram adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam haramkan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ma’idah ayat 3). Setiap bid’ah adalah tercela. Tetapi hal ini masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, ada pula bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “.......... Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” Hukum semua bid’ah adalah terlarang. Namun, hukum tersebut bertingkat-tingkat.

Tingkatan Pertama: Bid’ah yang menyebabkan kekafiran sebagaimana bid’ah orang-orang Jahiliyah yang telah diperingatkan oleh Al Qur’an.

Tingkatan Kedua : Bid’ah yang termasuk maksiat yang tidak menyebabkan kafir atau dipersilisihkan kekafirannya. Seperti bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang Khowarij, Qodariyah (penolak takdir) dan Murji’ah (yang tidak memasukkan amal dalam definisi iman secara istilah).

Tingkatan Ketiga: Bid’ah yang termasuk maksiat seperti bid’ah hidup membujang (kerahiban) dan berpuasa diterik matahari.

Tingkatan Keempat: Bid’ah yang makruh seperti berkumpulnya manusia di masjid-masjid untuk berdo’a pada sore hari saat hari Arofah.

Relative Pronoun


1.       WHO
Digunakan untuk menggantikan orang sebagai pokok kalimat
Contoh :
·         The girl who is speaking to you is my sister.

2.       THAT
Digunakan untuk menggantikan benda / orang sebagai pokok kalimat
Contoh :
·         The book that I bought yesterday was expensive

3.       WHICH
Digunakan untuk menggantikan benda sebagai pelengkap
Contoh :
·         This is the pencil which I found 2 days ago

4.       WHOSE
Digunakan untuk menggantikan orang sebagai pemilik
Contoh :
·         That is the boy whose father is very rich

5.       WHOM
Digunakan untuk menggantikan orang sebagai pelengkap
Contoh :
·         That is the man whom I spoke to you

Sabtu, 07 Agustus 2010

Pencegahan Terhadap Korosi



Korosi adalah kemunduran dan kehilangan bahan oleh agresi kimiawi. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari pemurnian logam dari bijihnya. Berdasarkan mekanismenya, korosi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni :
  1. Korosi Larutan; contoh : gula atau garam dalam air, dan karet dalam hidrokarbon. Ini disebabkan karena molekul lebih kecil mudah larut dalam molekul yang lebih besar. Semakin tinggi suhu maka semakin cepat terjadinya korosi.
  2. Korosi Oksidasi; terjadi karena logam teroksidasi
  3. Korosi Galvaik; disebabkan karena adanya sel galvanik
Pencegahan terhadap korosi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu Lindungan Permukaan, Lindungan dari Kopel Galvanik, Lindungan Galvanik

  1. Lindungan Permukaan
  • Lapisan Cat : elastis, murah dan mudah dipasang
  • Lapisan Logam Lain : elastis, meneruskan panas dan tak larut dalam cairan organik
  • Lapisan Keramik : tahan suhu tinggi dan keras
      2.  Lindungan dari Kopel Galvanik
  • Memberi isolasi pada sambungan
  • Memberi inhibitor pada sambungan
    3. Lindungan Galvanik
  • Mengorbankan logam lain sebagai ANODA
  • Memberikan aliran listrik sebagai pemberi elektron, sehingga benda tidak menjadi ANODA
         
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Alfian Adi Nurrahman. Saya dilahirkan di Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta pada tanggal 04 November 1989. Nama ini diberikan oleh kedua orang tua saya, Agus Santosa dan Evi Elfitri. Saya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara dan saya memiliki orang tua yang luar biasa yang telah banyak mendidik saya dan menanamkan nilai-nilai Islami dalam diri saya.
Alhamdulillah segala puji hanya untuk Allah SWT karena saya dilahirkan dalam keadaan Islam,agama yang rahmatan lil alamin. Dan dengan agama ini, saya akan berjuang untuk selalu di atas garis agar menjadi orang yang sukses dan mampu membawa Islam ke arah yang lebih baik.
Ketika saya berumur 4,8 tahun saya merasakan Taman Kanak-Kanak di TK Syuhada Yogyakarta. Akhirnya saya lulus dari TK pada umur 6,8 tahun dan langsung melanjutkan ke SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sekolah Dasar yang cukup terkenal pada saat itu. Selama 6 tahun saya bersekolah di SD ini, dan saya mendapat cukup banyak dasar-dasar ilmu Agama Islam. Setelah saya lulus pada tanggal 25 Juni 2002 dan saya melanjutkan ke SMP Negeri 8 Yogyakarta, SMP terbaik ke-2 di Kota Yogyakarta setelah SMP N 5.
Tiga tahun tidaklah lama dan kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke SMA.Dengan bermodal NEM 26,77 saya menjatuhkan 3 pilhan SMA saya pada SMA N 8, SMA N 2 dan SMA N 9. Dan akhirnya masa-masa remaja saya rasakan di SMA N 9 Yogyakarta selama 3 tahun yang merupakan pilihan ke-3 saya.
Masa-masa SMA memang masa yang paling indah karena di SMA ini saya merasakan indahnya dan kejamnya dunia. Dan itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.
Setelah itu saya melanjutkan ke Perguruan Tinggi,dan Alhamdulillah saya di terima di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Mesin melalui jalur Ujian Masuk UGM(UM UGM). Teknik Mesin adalah pilihan pertama saya di antara 3 pilihan saya, yaitu Arsitektur dan Perencanaan Wilayah dan Kota.
Semoga pilihan saya ini adalah pilihan saya yang terbaik dan dapat membanggakan orang tua saya pada khususnya. Karena berkat kerja keras orang tua dan izin Allah saya dapat merasakan pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi yang mungkin tidak semua orang bisa merasakannya.
Ini adalah secuil dari riwayat hidup saya yang penuh dengan warna. Semoga saya selalu bisa mengoreksi diri untuk menjadi insan yang lebih berkualitas dan bermanfaat untuk orang banyak.Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Korosi

Beberapa macam jenis korosi, yaitu :
1. Uniform corrosion; yaitu reaksi kimia dan elektrokimia yang berlangsung untuk seluruh permukaan logam. Dapat diatasi dengan pemilihan logam yang cocok, diberi coating, inhibitor dan lingkungan katoda
 2. Galvanic corrosion; yaitu 2 macam logam dihubungkan dan terletak dalam larutan yang korosif  maka beda potensial yang timbul menyebabkan elektron mengalir antara kedua logam tersebut
3. Crevice corrosion; yaitu korosi yang sering terjadi pada celah-celah suatu permukaan logam yang tertutup rapat dan dalam media yang korosif. Contoh : celah pada mur dan baut
4. Pitting corrosion, yaitu adanya lubang-lubang kecil dan sering terjadi karena setelah lama dipakai
5. Selective Leaching; yaitu adanya larutan logam dalam alloy oleh proses korosi. Contoh : dealuminiumification dan decobaltification
6. Erosion corrosion; yaitu kenaikan laju korosi oleh adanya gerakan relatif antara logam dengan cairan korosif
7. Stress corrosion; yaitu retak-retak yang disebabkan karena adanya gerakan tarik menarik yang terus menerus dalam media yang korosif.

Elpiji PERTAMINA

Pertamina memasarkan LPG sejak tahun 1969 dengan merk dagang ELPIJI. ELPIJI PERTAMINA yang dipasarkan dalam kemasan tabung (3 kg, 6 kg, 12 kg, 50 kg) dan curah merupakan LPG mix, dengan komposisi + 30% propane dan 70% butane. Varian lain adalah LPG odourless (tidak berbau).
Berdasarkan komposisi propane dan butane, LPG dapat dibedakan menjadi tiga macam:
  • LPG propane, yang sebagian besar terdiri dari C3
  • LPG butane, yang sebagian besar terdiri dari C4
  • Mix LPG, yang merupakan campuran dari propane dan butane.
 LPG butane dan LPG mix biasanya dipergunakan oleh masyarakat umum untuk bahan bakar memasak, sedangkan LPG propane biasanya dipergunakan di industri-industri sebagai pendingin, bahan bakar pemotong, untuk menyemprot cat dan lainnya.